Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Tuesday, February 16, 2010

Meja Kerja adalah Cermin Kepribadian Anda

Jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai kepribadian asli rekan kerja Anda, tidak usah repot-repot mewawancara, menyuruhnya mengisi kuis, bahkan melakukan 'penerawangan' layaknya cenayang. Cukup lirik saja meja kerjanya, disanalah gambaran tentang orang seperti apakah dia terpampang jelas. Penelitian yang dilakukan oleh sebuah agen rekrutmen terkemuka menyebutkan bahwa meja kerja Anda dapat menyingkap watak asli, kebiasaan, dan ambisi, sang empunya. Bagaimana bisa? Yaitu dengan melihat benda-benda yang terdapat di atasnya. Orang yang meja kerjanya rapi dan bersih tanpa adanya pernak-pernik apapun sedikit banyak memiliki keperibadian yang berbeda dengan orang yang hobi memajang koleksi action figure di setiap sudut meja kerjanya. Berdasarkan cara tersebut, didapat enam kepribadian yang rinciannya adalah sebagai berikut:

Meja Super Rapi. Tidak ada yang namanya kertas berserakan, post-it yang tertempel disana-sini, atau boneka lucu yang mejeng di atas komputer, nothing. Yang terlihat hanya notes, alat tulis dan peralatan kerja seperlunya. Kondisi meja seperti ini menampakkan quite power yang dapat mengintimidasi, kehati-hatian/waspada (mungkin untuk menyamarkan pengalaman kurang mengenakkan dimasa lalu) karena kurang mendapatkan penghargaan. Pemilik meja ini orang yang moody, ingin merasa dibutuhkan, charming, dan bisa diandalkan. Sekalipun kerjanya bagus, ia cenderung tidak sabaran dan tidak mentoleransi kesalahan sehingga pantas kalau ia bukanlah team player dan lebih suka bekerja sendirian.

Meja Teratur tapi Berantakan. Maksudnya sang pemilik berusaha untuk terlihat rapi tapi terkadang tidak berhasil. Ia akan panik jika pekerjaannya tidak berada dalam jangkauan, sehingga menciptakan filing system berupa tumpukan kertas yang lama-lama menggunung. Kertas reminder ditempel rapi, tapi saat keadaan chaos, yang diperlukan akhirnya tidak ditemukan. Orang seperti ini sering melepaskan stres dan kekhawatirannya dengan minum kopi atau merokok sebab ia selalu bekerja keras. Mereka suka mengobrol, mudah beradaptasi, fleksibel, serta jago menghasilkan ide-ide brilian.

Meja Berantakan Kreatif. Biasanya diisi dengan pernak-pernik yang menunjukkan minat si pemilik serta sikapnya yang selalu alert dan kreatif. Orang ini merupakan sumber dari ide-ide hebat dan merupakan seorang pemikir lateral. Sangat fokus dengan pekerjaan sampai-sampai tidak punya waktu untuk bersosialisasi atau istirahat.

Meja Unjuk Personalitas. Sarat akan sentuhan personal, seperti poster seleb favorit, foto-foto liburan, boneka lucu, tanaman, sampai aksesoris. Pemilik meja ini sangat lively, dinamis dan selalu ingin penyegaran. Mereka haus akan hiburan setiap saat. Orangnya mudah bergaul, suka bicara, namun ternyata mudah down sehingga selalu memerlukan pujian dan dukungan.

Meja Tropi. Penuh dengan bukti dan jejak-jejak kesuksesan sang pemilik. Tidak harus selalu berupa piagam penghargaan atau medali, karena terkadang foto liburan ke Eropa atau souvenir pajangan mahal cukup memberi bukti bahwa ia telah meraih kesuksesan. Meja seperti ini biasanya ditempati oleh team leader yang selalu berpikir besar, ambisius, dan terkadang bossy.

Meja Pertunjukkan. Meja ini menggambarkan image yang keliru tetang pemiliknya. Tidak adanya sentuhan personal sama sekali memberikan jarak dan kesan pengendalian. Biasanya orang seperti ini memiliki dua sisi kepribadian. Ia hanya bergaul dengan orang-orang dalam komunitasnya, sebab saat kembali bekerja di balik meja, ia akan berubah menjadi sangat profesional.

Nah, setelah membaca uraian di atas, yang manakah yang paling mendekati kepribadian Anda? Sekalipun Anda ingin terlihat dan berlaku profesional di tempat kerja, kepribadian Anda akan selalu tercermin dalam setiap hal yang Anda lakukan. Meja kerja Anda adalah salah satu yang menjadi jendela bagi orang lain untuk menggintip siapakah diri Anda yang sebenarnya.

Artikel lainnya

Saturday, February 6, 2010

KEKUATAN ANTISIPASI

Menurut survei ternyata sebagian besar orang sering lalai membuat antisipasi. Banyak hal yang membuat kita lalai membuat antisipasi. Rasa malas, memandang remeh, ceroboh, sikap acuh atau terlalu percaya diri membuat orang lalai mengantisipasi situasi. Padahal antisipasi yang dilakukan menyertai perencanaan, memberikan banyak keuntungan antara lain keberhasilan, kualitas, kekuatan, soliditas, dan memperkecil resiko kegagalan. Banyak orang yang gagal karena ia tidak membuat rencana dan antisipasi.

Motivasi dibalik sebuah antisipasi menghasilkan respon yang berbeda. Motivasi yang keliru menghasilkan kekuatiran, keragu-raguan, sikap ego dan berbagai perbuatan yang buruk seperti jalan pintas atau sikap menghalalkan segala cara.
Motivasi yang benar akan menghasilkan kualitas, harapan dan keyakinan. Menjaga motivasi yang benar di balik sebuah antisipasi sangat penting untuk menghasilkan hal-hal yang positif.
Membuat antisipasi sebenarnya tidak sulit. Pentingnya antisipasi seharusnya membuat kita menjadikan hal ini sebagai kebiasaan yang baik. Berikut adalah langkah strategis melakukan antisipasi.

1. Membuat prediksi ke depan
Banyak orang yang terjebak dan hidup di masa lalu. Kenangan kesuksesan membuatnya terbuai dengan masa lampau, sedangkan kesedihan membuatnya terpuruk dalam duka berkepanjangan. Padahal masa lalu adalah pembelajaran dan pengalaman yang bisa memberikan hikmah untuk dipetik. Sikap yang positif terhadap pembelajaran dari masa lalu membuat kita mampu memandang masa depan secara positif dan tepat sasaran.

2. Mengelola kemungkinan resiko.
Resiko yang selalu berada di depan membuat kita kuatir. Resiko tidak dapat dihindari namun, dapat dikelola secara bijaksana melalui pikiran, perasaan dan kerja nyata. Pertimbangan dan pengelolaan resiko dilakukan berdasarkan perencanaan, tindakan dan kontrol yang tepat.

3. Menyusun rencana darurat
Antisipasi berarti tidak pernah membuat rencana tunggal. Menyusun rencana sebaiknya dilakukan secara triple. Plan A atau rencana utama untuk target hasil maksimal. Plan B atau rencana cadangan untuk hasil standard, dan Plan C atau rencana darurat untuk hasil minimal. Perencanaan yang baik selalu disertai dengan sikap antisipasi untuk mencegah kita bekerja tanpa hasil alias sia-sia. Setidaknya masih ada target yang dapat dicapai, meskipun hasilnya minimal.

4. Menyesuaikan dengan tanggung jawab yang diemban
Persiapan antisipasi selalu dilakukan sesuai kapasitas dan tanggung jawab. ’Harga’ sebuah antisipasi tidak pernah lebih besar dari area tanggung jawab yang diemban. Ada ilustrasi tentang seorang pendatang yang berkunjung ke daerah terpencil. Tanpa sengaja ia menabrak seekor ayam hingga mati. Pendatang ini dituntut ganti rugi 1 juta rupiah karena konon ayam yang ditabrak adalah ayam betina yang kelak bertelur dan menghasilkan ratusan ekor ayam lagi. Tentu saja hal ini tidak logis.

5. Mempersiapkan proses pemulihan.
Sebuah antisipasi juga dapat berarti proses perbaikan atau pemulihan. Istilah yang biasa digunakan adalah menebus waktu atau membayar kegagalan. Pemulihan atau perbaikan dilakukan karena tidak pernah ada yang pasti di sekitar kita. Kegagalan dan ketidakmampuan merupakan hal yang biasa dan manusiawi. Namun perbaikan dan pemulihan selalu merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

KATA-KATA BIJAK
Antisipasi adalah kekuatan membangun prestasi, tapi penyesalan yang diabaikan mengundang kegagalan.

Friday, February 5, 2010

MENGAPA SAYA TIDAK TEGAS ?

Menurut penelitian, berdasarkan tipe temperamen hanya sekitar tiga persen dari populasi manusia yang memiliki sikap tegas secara alamiah. Selebihnya memiliki ketegasan yang terbentuk dari lingkungan ataupun melalui pengetahuan dan pengalaman.

Lingkungan yang kurang mendukung dapat membentuk pribadi yang lemah dan tidak tegas. Misalnya disebabkan selalu berada dalam posisi sebagai seorang pengikut atau follower. Sering berada di situasi yang tidak memberi peluang untuk mengemukakan pendapat atau mengambil keputusan juga membuat sulit melatih ketegasan sikap.

Namun ketegasan sebenarnya diawali dari diri sendiri. Ketegasan lahir dari keyakinan dan komitmen pribadi terhadap keputusan yang diambil, dan ini terpancar dalam tindakan dan aktivitas Anda.

Seorang wasit pertandingan sepak bola dikeroyok suporter karena dianggap berpihak dan tidak tegas. Banyak sidang pengadilan yang kacau karena ketegasan peradilan terabaikan. Sejarah membuktikan banyak pemerintahan tumbang karena kepemimpinan yang lemah dan kompromis.

Apa yang membuat tidak bisa bersikap tegas ?

1. Mudah ikut arus
Ketika Anda merasa sulit untuk memilih dan memutuskan sesuatu, biasanya manusia cenderung mengikuti suara terbanyak atau pilihan yang paling populer. Mudah mengikuti arus membuat sulit untuk memiliki jati diri dan tidak tegas dalam menentukan pilihan.

2. Kurang percaya diri
Biasanya kita sulit mengambil keputusan jika kita terjebak dalam grey area atau zona abu-abu. Terjebak dalam area ini akan melemahkan rasa percaya diri sehingga sulit untuk bersikap tegas.

3. Sering bertindak gegabah.
Ada tipe orang yang berpikir dahulu sebelum bertindak. Namun tidak sedikit pula orang yang bertindak dulu baru berpikir. Biasanya mereka ceroboh dan tergesa-gesa lalu menyesali kembali keputusannya. Orang plin-plan kata-katanya tidak bisa dipegang. Sikap seperti ini sulit dipercaya atau diandalkan dan tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik.

SOLUSI:

1. Konsisten
Bersikap tegas berarti konsisten terhadap keputusan yang diambil dan berani menerima konsekuensinya walaupun berat. Bunda Teresa menerapkan sikap konsisten ketika menerima gadis-gadis muda untuk bergabung dalam pelayanan dengan Misionaris Karitas. Ia tidak bersikap lunak, bahkan langsung menyuruh mereka ke tempat orang-orang papa yang menghadapi kematian. Ia ingin semua anggotanya menyadari bahwa tugas itu memang berat, dan ia tidak ingin membuatnya jadi gampang. Tantangan mendorong kita berani mengambil sikap.

2. Tentukan prioritas & fokus
Seorang dosen etika memberi ujian kepada mahasiswanya. Dalam 1 jam mereka diminta untuk menuliskan segala sesuatu tentang kebaikan dan kejahatan. Seorang mahasiswa asyik menulis mengenai kebaikan, tanpa menyadari satu jam sudah berlalu. Ketika sang dosen memerintahkan untuk mengumpulkan kertas ujian, dengan terburu-buru si mahasiswa tadi menambahkan tulisan "Saya tidak punya waktu untuk kejahatan". Hikmah yang bisa dipetik adalah fokus. Tentukan sasaran yang jelas dan pilihan yang benar, lalu curahkanlah seluruh perhatian di situ.

3. Siapkan keputusan yang solid
Dalam Perang Dunia II, serangan terhadap kapal perang Jerman ” Bismarck ” yang dilakukan oleh Inggris adalah hasil dari keputusan Winston Churchil. Berulang kali ia menegaskan rincian mengenai penyerbuan itu. Hasilnya ? Dalam tempo beberapa hari kapal Bismarck pun karam. Fakta dan analisa yang tepat membuat kita merasa yakin dan dapat bersikap tegas dalam membuat sebuah keputusan solid.

KATA-KATA BIJAK
Ketegasan tidak dapat dibeli dengan mata uang, namun ia lahir dari suatu keputusan solid dengan kesiapan membayar harganya.