Showing posts with label resources. Show all posts
Showing posts with label resources. Show all posts

Thursday, February 11, 2010

Kiat Menjaga Otak Tetap Tajam

Siapapun mendambakan memiliki otak yang tetap tajam saat berusia lanjut. Rasa-rasanya tidak terbayangkan jika dimasa tuanya nanti kita harus menjalani hidup dengan kemampuan kognitif yang jauh berkurang, lupa atau sering pikun, padahal di masa mudanya sangat aktif dan bisa melakukan banyak hal. Rasanya semua orang, tentunya termasuk Anda, ingin tetap mempertahankan kemampuan otaknya sama seperti saat diusia belia, meskipun usia mulai beranjak tua. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Anda bisa mempertahankan ‘kinerja’ otak lebih lama. Beberapa diantaranya dengan melakukan beberapa hal seperti dibawah ini.


1.Olah raga otak. Sama halnya dengan olah raga fisik yang bisa membuat tubuh sehat dan kuat, aktifitas otak juga membuat otak jadi tajam, ‘cekatan’ dan terus berkembang. Banyak cara untuk melakukan olah raga otak, salah satunya adalah dengan terus belajar hal –hal baru sehingga sel otak akan terus aktif, terhubung dengan sel otak lainnya, dan bisa membantu otak untuk menyimpan dan mengingat informasi lebih mudah dan cepat. Beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk terus ‘menantang’ otak Anda agar terus aktif adalah dengan bermain catur, mengisi teka-teki silang, main puzzle, membaca, belajar memainkan alat musik atau bahasa asing, menekuni hobi baru, tetap bekerja.
2.Berolah-raga. Riset menunjukkan bahwa aktifitas fisik atau olahraga meningkatkan aliran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak dan bisa mendorong pertumbuhan sel otak. Berapapun usia Anda, tidak ada kata terlambat untuk mulai berolah raga. Mulailah dengan aktifitas yang ringan terlebih dahulu lalu tingkatkan porsinya seiring dengan waktu. Idealnya olahraga dilakukan paling tidak 30 menit secara terus-menerus 3-5 kali dalam seminggu. Bila dilakukan secara teratur, olahraga bisa membantu Anda untuk berpikir lebih jernih dan menurunkan banyak resiko terkena penyakit. Jalan dan lari atau jogging adalah olah raga yang bisa dilakukan dengan mudah.
3.Pola makan seimbang dan sehat. Dalam pola makan sehari-hari, perbanyaklah makan makanan yang mengandung banyak antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran berwarna gelap. Antioksidan membantu melindungi dan menutrisi sel-sel otak, dan mencegah kolesterol merusak arteri yang menyuplai darah ke otak. Beberapa buah dan sayur yang dianjurkan adalah jeruk, jenis beri-berian, brokoli, bayam, wortel, tomat, ubi ungu/manis dan masih banyak lagi. Sebuah penelitian menarik menyebutkan bahwa buah-buahan dan sayuran berwarna ungu seperti terong, blueberry, ubi ungu, anggur, cranberry, bisa meningkatkan daya ingat. Anthocyanin atau pigmen biru tua/ungu yang ada di buah dan sayuran tersebut mengandung zat / antioksidan yang membantu mencegah penyumbatan darah ke otak.
4.Hindari alkohol. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa orang yang sering minum minuman beralkohol selama bertahun-tahun bisa mengalami kerusakan otak permanen. Mereka juga memiliki kecenderungan lebih untuk mengalami proses kehilangan memori dan dementia (kelainan kognitif yang serius)
5.Kelola stress. Ketika Anda mengalami stress secara berkelanjutan, otak melepaskan hormone yang bisa mengganggu fungsi otak. Pada akhirnya, perasaan depresi, khawatir berlebihan, gelisah bisa mengganggu fungsi otak yang berfungsi untuk memproses memori. Biasakan untuk mengelola berbagai persoalan agar tidak berlarut-larut. Take a break walaupun hanya beberapa menit untuk rileks sebelum mencari solusi untuk masalah Anda.
6.Berhenti merokok. Tahukah Anda bahwa perokok memiliki kemungkinan resiko terkena penyakit Alzheimer dua kali lipat dibandingkan non-perokok? Jika Anda telanjur menjadi perokok, tidak ada kata terlambat, berhenti merokok sekarang, Anda masih bisa mengurangi resiko terkena penyakit ini.
7.Jadikan medical check up sebagai kebiasaan dan ketahui sejarah penyakit dalam keluarga Anda. Saat Anda melakukan check up kesehatan secara teratur, informasikanlah bila Anda memiliki sejarah Alzheimer dalam keluarga Anda. Dokter bisa membantu memberikan strategi lebih detail untuk mempersiapkan Anda menghadapi penyakit ini. Cek kesehatan juga membantu Anda memantau tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah.

Saturday, February 6, 2010

KEKUATAN ANTISIPASI

Menurut survei ternyata sebagian besar orang sering lalai membuat antisipasi. Banyak hal yang membuat kita lalai membuat antisipasi. Rasa malas, memandang remeh, ceroboh, sikap acuh atau terlalu percaya diri membuat orang lalai mengantisipasi situasi. Padahal antisipasi yang dilakukan menyertai perencanaan, memberikan banyak keuntungan antara lain keberhasilan, kualitas, kekuatan, soliditas, dan memperkecil resiko kegagalan. Banyak orang yang gagal karena ia tidak membuat rencana dan antisipasi.

Motivasi dibalik sebuah antisipasi menghasilkan respon yang berbeda. Motivasi yang keliru menghasilkan kekuatiran, keragu-raguan, sikap ego dan berbagai perbuatan yang buruk seperti jalan pintas atau sikap menghalalkan segala cara.
Motivasi yang benar akan menghasilkan kualitas, harapan dan keyakinan. Menjaga motivasi yang benar di balik sebuah antisipasi sangat penting untuk menghasilkan hal-hal yang positif.
Membuat antisipasi sebenarnya tidak sulit. Pentingnya antisipasi seharusnya membuat kita menjadikan hal ini sebagai kebiasaan yang baik. Berikut adalah langkah strategis melakukan antisipasi.

1. Membuat prediksi ke depan
Banyak orang yang terjebak dan hidup di masa lalu. Kenangan kesuksesan membuatnya terbuai dengan masa lampau, sedangkan kesedihan membuatnya terpuruk dalam duka berkepanjangan. Padahal masa lalu adalah pembelajaran dan pengalaman yang bisa memberikan hikmah untuk dipetik. Sikap yang positif terhadap pembelajaran dari masa lalu membuat kita mampu memandang masa depan secara positif dan tepat sasaran.

2. Mengelola kemungkinan resiko.
Resiko yang selalu berada di depan membuat kita kuatir. Resiko tidak dapat dihindari namun, dapat dikelola secara bijaksana melalui pikiran, perasaan dan kerja nyata. Pertimbangan dan pengelolaan resiko dilakukan berdasarkan perencanaan, tindakan dan kontrol yang tepat.

3. Menyusun rencana darurat
Antisipasi berarti tidak pernah membuat rencana tunggal. Menyusun rencana sebaiknya dilakukan secara triple. Plan A atau rencana utama untuk target hasil maksimal. Plan B atau rencana cadangan untuk hasil standard, dan Plan C atau rencana darurat untuk hasil minimal. Perencanaan yang baik selalu disertai dengan sikap antisipasi untuk mencegah kita bekerja tanpa hasil alias sia-sia. Setidaknya masih ada target yang dapat dicapai, meskipun hasilnya minimal.

4. Menyesuaikan dengan tanggung jawab yang diemban
Persiapan antisipasi selalu dilakukan sesuai kapasitas dan tanggung jawab. ’Harga’ sebuah antisipasi tidak pernah lebih besar dari area tanggung jawab yang diemban. Ada ilustrasi tentang seorang pendatang yang berkunjung ke daerah terpencil. Tanpa sengaja ia menabrak seekor ayam hingga mati. Pendatang ini dituntut ganti rugi 1 juta rupiah karena konon ayam yang ditabrak adalah ayam betina yang kelak bertelur dan menghasilkan ratusan ekor ayam lagi. Tentu saja hal ini tidak logis.

5. Mempersiapkan proses pemulihan.
Sebuah antisipasi juga dapat berarti proses perbaikan atau pemulihan. Istilah yang biasa digunakan adalah menebus waktu atau membayar kegagalan. Pemulihan atau perbaikan dilakukan karena tidak pernah ada yang pasti di sekitar kita. Kegagalan dan ketidakmampuan merupakan hal yang biasa dan manusiawi. Namun perbaikan dan pemulihan selalu merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

KATA-KATA BIJAK
Antisipasi adalah kekuatan membangun prestasi, tapi penyesalan yang diabaikan mengundang kegagalan.