Saturday, February 6, 2010

KEKUATAN ANTISIPASI

Menurut survei ternyata sebagian besar orang sering lalai membuat antisipasi. Banyak hal yang membuat kita lalai membuat antisipasi. Rasa malas, memandang remeh, ceroboh, sikap acuh atau terlalu percaya diri membuat orang lalai mengantisipasi situasi. Padahal antisipasi yang dilakukan menyertai perencanaan, memberikan banyak keuntungan antara lain keberhasilan, kualitas, kekuatan, soliditas, dan memperkecil resiko kegagalan. Banyak orang yang gagal karena ia tidak membuat rencana dan antisipasi.

Motivasi dibalik sebuah antisipasi menghasilkan respon yang berbeda. Motivasi yang keliru menghasilkan kekuatiran, keragu-raguan, sikap ego dan berbagai perbuatan yang buruk seperti jalan pintas atau sikap menghalalkan segala cara.
Motivasi yang benar akan menghasilkan kualitas, harapan dan keyakinan. Menjaga motivasi yang benar di balik sebuah antisipasi sangat penting untuk menghasilkan hal-hal yang positif.
Membuat antisipasi sebenarnya tidak sulit. Pentingnya antisipasi seharusnya membuat kita menjadikan hal ini sebagai kebiasaan yang baik. Berikut adalah langkah strategis melakukan antisipasi.

1. Membuat prediksi ke depan
Banyak orang yang terjebak dan hidup di masa lalu. Kenangan kesuksesan membuatnya terbuai dengan masa lampau, sedangkan kesedihan membuatnya terpuruk dalam duka berkepanjangan. Padahal masa lalu adalah pembelajaran dan pengalaman yang bisa memberikan hikmah untuk dipetik. Sikap yang positif terhadap pembelajaran dari masa lalu membuat kita mampu memandang masa depan secara positif dan tepat sasaran.

2. Mengelola kemungkinan resiko.
Resiko yang selalu berada di depan membuat kita kuatir. Resiko tidak dapat dihindari namun, dapat dikelola secara bijaksana melalui pikiran, perasaan dan kerja nyata. Pertimbangan dan pengelolaan resiko dilakukan berdasarkan perencanaan, tindakan dan kontrol yang tepat.

3. Menyusun rencana darurat
Antisipasi berarti tidak pernah membuat rencana tunggal. Menyusun rencana sebaiknya dilakukan secara triple. Plan A atau rencana utama untuk target hasil maksimal. Plan B atau rencana cadangan untuk hasil standard, dan Plan C atau rencana darurat untuk hasil minimal. Perencanaan yang baik selalu disertai dengan sikap antisipasi untuk mencegah kita bekerja tanpa hasil alias sia-sia. Setidaknya masih ada target yang dapat dicapai, meskipun hasilnya minimal.

4. Menyesuaikan dengan tanggung jawab yang diemban
Persiapan antisipasi selalu dilakukan sesuai kapasitas dan tanggung jawab. ’Harga’ sebuah antisipasi tidak pernah lebih besar dari area tanggung jawab yang diemban. Ada ilustrasi tentang seorang pendatang yang berkunjung ke daerah terpencil. Tanpa sengaja ia menabrak seekor ayam hingga mati. Pendatang ini dituntut ganti rugi 1 juta rupiah karena konon ayam yang ditabrak adalah ayam betina yang kelak bertelur dan menghasilkan ratusan ekor ayam lagi. Tentu saja hal ini tidak logis.

5. Mempersiapkan proses pemulihan.
Sebuah antisipasi juga dapat berarti proses perbaikan atau pemulihan. Istilah yang biasa digunakan adalah menebus waktu atau membayar kegagalan. Pemulihan atau perbaikan dilakukan karena tidak pernah ada yang pasti di sekitar kita. Kegagalan dan ketidakmampuan merupakan hal yang biasa dan manusiawi. Namun perbaikan dan pemulihan selalu merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

KATA-KATA BIJAK
Antisipasi adalah kekuatan membangun prestasi, tapi penyesalan yang diabaikan mengundang kegagalan.

Friday, February 5, 2010

MENGAPA SAYA TIDAK TEGAS ?

Menurut penelitian, berdasarkan tipe temperamen hanya sekitar tiga persen dari populasi manusia yang memiliki sikap tegas secara alamiah. Selebihnya memiliki ketegasan yang terbentuk dari lingkungan ataupun melalui pengetahuan dan pengalaman.

Lingkungan yang kurang mendukung dapat membentuk pribadi yang lemah dan tidak tegas. Misalnya disebabkan selalu berada dalam posisi sebagai seorang pengikut atau follower. Sering berada di situasi yang tidak memberi peluang untuk mengemukakan pendapat atau mengambil keputusan juga membuat sulit melatih ketegasan sikap.

Namun ketegasan sebenarnya diawali dari diri sendiri. Ketegasan lahir dari keyakinan dan komitmen pribadi terhadap keputusan yang diambil, dan ini terpancar dalam tindakan dan aktivitas Anda.

Seorang wasit pertandingan sepak bola dikeroyok suporter karena dianggap berpihak dan tidak tegas. Banyak sidang pengadilan yang kacau karena ketegasan peradilan terabaikan. Sejarah membuktikan banyak pemerintahan tumbang karena kepemimpinan yang lemah dan kompromis.

Apa yang membuat tidak bisa bersikap tegas ?

1. Mudah ikut arus
Ketika Anda merasa sulit untuk memilih dan memutuskan sesuatu, biasanya manusia cenderung mengikuti suara terbanyak atau pilihan yang paling populer. Mudah mengikuti arus membuat sulit untuk memiliki jati diri dan tidak tegas dalam menentukan pilihan.

2. Kurang percaya diri
Biasanya kita sulit mengambil keputusan jika kita terjebak dalam grey area atau zona abu-abu. Terjebak dalam area ini akan melemahkan rasa percaya diri sehingga sulit untuk bersikap tegas.

3. Sering bertindak gegabah.
Ada tipe orang yang berpikir dahulu sebelum bertindak. Namun tidak sedikit pula orang yang bertindak dulu baru berpikir. Biasanya mereka ceroboh dan tergesa-gesa lalu menyesali kembali keputusannya. Orang plin-plan kata-katanya tidak bisa dipegang. Sikap seperti ini sulit dipercaya atau diandalkan dan tidak dapat menjadi seorang pemimpin yang baik.

SOLUSI:

1. Konsisten
Bersikap tegas berarti konsisten terhadap keputusan yang diambil dan berani menerima konsekuensinya walaupun berat. Bunda Teresa menerapkan sikap konsisten ketika menerima gadis-gadis muda untuk bergabung dalam pelayanan dengan Misionaris Karitas. Ia tidak bersikap lunak, bahkan langsung menyuruh mereka ke tempat orang-orang papa yang menghadapi kematian. Ia ingin semua anggotanya menyadari bahwa tugas itu memang berat, dan ia tidak ingin membuatnya jadi gampang. Tantangan mendorong kita berani mengambil sikap.

2. Tentukan prioritas & fokus
Seorang dosen etika memberi ujian kepada mahasiswanya. Dalam 1 jam mereka diminta untuk menuliskan segala sesuatu tentang kebaikan dan kejahatan. Seorang mahasiswa asyik menulis mengenai kebaikan, tanpa menyadari satu jam sudah berlalu. Ketika sang dosen memerintahkan untuk mengumpulkan kertas ujian, dengan terburu-buru si mahasiswa tadi menambahkan tulisan "Saya tidak punya waktu untuk kejahatan". Hikmah yang bisa dipetik adalah fokus. Tentukan sasaran yang jelas dan pilihan yang benar, lalu curahkanlah seluruh perhatian di situ.

3. Siapkan keputusan yang solid
Dalam Perang Dunia II, serangan terhadap kapal perang Jerman ” Bismarck ” yang dilakukan oleh Inggris adalah hasil dari keputusan Winston Churchil. Berulang kali ia menegaskan rincian mengenai penyerbuan itu. Hasilnya ? Dalam tempo beberapa hari kapal Bismarck pun karam. Fakta dan analisa yang tepat membuat kita merasa yakin dan dapat bersikap tegas dalam membuat sebuah keputusan solid.

KATA-KATA BIJAK
Ketegasan tidak dapat dibeli dengan mata uang, namun ia lahir dari suatu keputusan solid dengan kesiapan membayar harganya.

Wednesday, February 3, 2010

Ngeblog Tanpa Resiko Kehilangan Kerja

Di era serba internet seperti saat ini, rasanya blog sudah jadi gaya hidup sehari-hari. Sama halnya dengan situs jejaring social lainnya seperti Facebook atau Twitter, blog dimiliki hampir semua internet savvy di luar sana. Mungkin juga termasuk Anda. Diperkirakan bahwa di Indonesia sendiri di tahun 2009 jumlah blogger akan mencapai angka 1 juta. Jumlah ini tidak mengherankan mengingat banyaknya alternatif layanan hosting dan web based tool gratis dan relatif mudah dikuasai sehingga dalam hitungan menit saja blog Anda sudah bisa diluncurkan untuk publik. Beberapa layanan gratis yang popular digunakan antara lain Blogger, Wordpress, Multiply.

Blog yang merupakan singkatan dari weblog, digandrungi oleh banyak orang karena merupakan media yang memungkinkan pemiliknya untuk menulis mengenai topik kesukaan mereka lalu dipublish ke dunia maya dengan singkat, tanpa proses panjang seperti halnya mengirim tulisan ke media cetak. Blog juga cara lain untuk berkomunikasi. Kerabat dan teman bisa mengetahui kabar terbaru pemilik blog hanya dengan membaca entry yang ditulisnya, bahkan memberikan komentar.

Banyak orang mengklaim bahwa blogging jadi hobi bahkan sudah jadi kebutuhan mereka. Di blog mereka bisa menuliskan pikiran mereka, menerima feedback dari pembaca bahkan menciptakan sebuah komunitas khusus untuk blog. Munculnya layanan microblogging tidak membuat aktifitas ini kehilangan penggemar, justru malah membuat blogging semakin kuat karena bisa dijadikan tool yang turut bisa mempromosikan blog seseorang.

Kebanyakan pemilik blog adalah perseorangan yang menulis topik apa saja yang menarik bagi mereka. Namun saat ini semakin banyak perusahaan mengelola blog untuk berbagai kepentingan seperti promosi dan branding bahkan riset dan pooling.

Kalau blogging sudah jadi keseharian Anda, ingatlah bahwa kegiatan yang menyenangkan, therapeutic bahkan menghasilkan ini juga memiliki resiko yang bisa membahayakan karir dan pekerjaan Anda. Jika Anda sudah lama bermain-main didunia blog, tentunya Anda ingat dengan Heather B. Armstrong yang kehilangan pekerjaannya sebagai web designer atau Ellen Simonetti yang dipecat dari sebuah maskapai penerbangan gara-gara blognya.

Beberapa tips yang bisa mencegah agar hal-hal buruk tidak timbul karena blog Anda adalah sebagai berikut :

1. Jangan mempermalukan pihak lain maupun diri sendiri dengan menuliskan hal-hal yang bisa membuat Anda menyesal nantinya. Walaupun intensi Anda adalah mencurahkan isi hati, etika tetap wajib dijaga. Internet adalah dunia yang sangat luas dan semakin gampang diakses. Bukan tidak mungkin boss atau rekan kerja Anda bisa menemukan blog dan membaca hal memalukan tersebut. Jika Anda ingin kebebasan penuh dalam menulis, Anda bisa mencoba fitur protected entry yang ada di Wordpress atau fitur yang memungkinkan Anda untuk memilah pembaca seperti yang ada di Multiply dan Blogspot atau bahkan memberlakukan total proteksi terhadap blog.


2. Jangan 'ngeblog' di kantor. Dengan mudah browsing history Anda bisa diketahui pihak manajemen. Hal ini bisa menuntun mereka ke online journal Anda yg bukan tidak mungkin pernah berisi keluh kesah Anda tentang kantor. Seperti pengalaman Anda saat sang boss mencuri ide Anda atau saat Anda kesal karena ditegur atas kesalahan yang tidak Anda lakukan.

3. Jangan pamerkan identitas Anda seluruhnya. Gunakan nama lain atau inisial. Hati-hatilah dengan foto Anda, orang lain atau property kantor yang dipajang diblog. Selain berkaitan dengan copy right, Anda tidak akan tahu jika ada yang memanfaatkan foto-foto tersebut untuk kepentingan pribadi orang lain.


4. Hindari untuk dengan gamblang mencantumkan identitas professional Anda seperti jabatan atau posisi, nama perusahaan dan alamat tempat Anda bekerja, bahkan jenis industri pekerjaan Anda. Playing safe is better jika Anda masih ingin memiliki pekerjaan Anda.

5. Bijaksanalah dalam menulis hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Jangan membeberkan rahasia perusahaan, nama klien, konflik dalam perusahaan serta hal-hal lainnya yang tidak seharusnya diketahui umum, apalagi kompetitor.

JobsDB Resource

Tuesday, February 2, 2010

Pekerja Media, Profesi Yang Sedang Naik Daun

Kalau ada pertanyaan, bidang pekerjaan apa yang paling diminati atau sedang tren saat ini, jawabannya bisa jadi adalah media. Perkembangan teknologi yang demikian pesat membuat arus informasi semakin tidak terbendung untuk segera sampai pada publik. Media yang didapuk sebagai fasilitator dalam pemenuhan kebutuhan ini pun secara otomatis saling berlomba-lomba memberikan servis yang terbaik guna membuktikan diri sebagai yang tercepat, terdepan, dan terpercaya.

Ambisi ini tentu saja membutuhkan kerja keras dari para awak media yang memang selalu berada pada garda terdepan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Untuk mengemban tugas berat ini diperlukan orang-orang yang berkualitas, mental dan fisik baja, kreatif, dan memiliki motivasi tinggi; karakter-karakter yang seringkali ditemui dalam diri para fresh graduates. Oleh karena itu, media apapun (cetak, elektronik, online) sekarang ini lebih mengutamakan untuk merekrut para lulusan baru. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa bidang ini semakin populer dikalangan angkatan muda yang memang suka tantangan.

Bukti bahwa profesi pekerja media menjadi favorit dapat terlihat saat perhelatan JobsDB.com Career Expo 2009 yang diadakan tanggal 16-18 Oktober 2009 yang lalu di Balai Kartini Jakarta. Di stand perusahaan media, mulai dari stasiun tv, radio, hingga grup koran dan majalah selalu dipenuhi oleh jobseekers yang antri untuk melamar beberapa posisi yang tersedia seperti reporter, presenter, announcer, TV journalist, penulis, dan lain sebagainya.

General Manager PT. Jobs DB Indonesia, Chandra Ming, mengakui bahwa minat masyarakat untuk berkarir di perusahaan media terkait dengan citra perusahaan yang menawarkan kebanggaan, prestise dan peluang untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi. Apalagi jika perusahaan media yang diminati sedang berkibar popularitasnya atau terdepan di segmentasi pasarnya, seperti yang terjadi di stand milik dua stasiun tv nasional, TransTV dan MetroTV. Dengan menyediakan test camera langsung, keduanya diserbu oleh job seekers yang mengincar posisi pembaca berita atau reporter.

Namun, pekerja media bukanlah jenis profesi yang hanya menuntut semangat jiwa muda dan penampilan fisik yang menarik semata. Sebab, dunia media yang sesungguhnya dimulai dari lapangan, tempat segala macam informasi didapatkan untuk kemudian diproses menjadi sebuah materi berita atau tayangan yang bernilai dan berguna bagi masyarakat, bukan serta merta terlaksana di dalam studio dingin ber-AC seraya berpakaian rapi dan berpenampilan rupawan serta siap berhadapan dengan kamera.

Berikut ini adalah beberapa posisi di bidang media yang semakin diminati oleh para jobseekers di Indonesia.

Jurnalis/reporter/pewarta. Kalau dulu profesi ini sangat spesifik dan kurang digemari, sekarang justru sebaliknya. Banyak anak muda yang beramai-ramai menjadi reporter, baik untuk media cetak, elektronik maupun online. Segampang itukah menjadi reporter? Menurut buku Menggebrak Dunia Wartawan karya Kurniawan Junaedhie (1993), sedikitnya ada 6 (enam) syarat untuk menjadi wartawan, diantaranya:

tidak gagap teknologi,
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan punya nyali,
menguasai bahasa (terutama kemampuan menulis yang baik),
tahu etika dan sopan santun (memahami kode etik jurnalistik),
disiplin terhadap waktu deadline,
dan berwawasan luas.
Bertanggung jawab terhadap isi berita yang dibuatnya juga termasuk syarat penting.


Diantara syarat-syarat yang disebutkan diatas, tidak ada keharusan memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik, yang berarti profesi ini terbuka untuk semua disiplin ilmu. Sementara itu kemampuan menulis bisa didapatkan dengan berbagai cara seperti mengikuti berbagai pelatihan menulis atau writing course ditambah dengan keuletan untuk terus berlatih. Berkembangnya blog atau halaman pribadi yang memungkinkan penggunanya menulis apapun yang diinginkan mulai dari sekedar curahan hati, cerpen, berita, review sampai artikel juga jadi media berlatih dan unjuk kebolehan menulis. Kemajuan teknologi benar-benar telah mempermudah dan memperluas kesempatan untuk menjadi wartawan.

Presenter/Master of Ceremony (MC). Berbeda dengan reporter yang bekerja di belakang layar dan harus melalui 3 tahapan (wawancara, transkrip, dan menulis berita), pekerjaan presenter dianggap lebih praktis. Dengan mengandalkan kepercayaan diri yang tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta spontanitas, seorang presenter siap memandu sebuah acara, baik itu berita, olahraga, talkshow, realityshow, kuis, dan lain-lain. Penghasilan yang didapat pun terbilang lumayan besar, untuk satu kali event, seorang presenter mampu mengantongi jutaan rupiah, sementara dalam sehari ia bisa tampil 2-3 kali. Itupun belum termasuk ‘bonus’ menjadi terkenal atau minimal diingat oleh audience. Oleh karena itu, orang-orang yang memang hobi cuap-cuap dan berhadapan dengan orang banyak akan mendapati pekerjaan ini sangat menyenangkan dan pastinya menguntungkan.Diantara syarat-syarat yang disebutkan diatas, tidak ada keharusan memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik, yang berarti profesi ini terbuka untuk semua disiplin ilmu. Sementara itu kemampuan menulis bisa didapatkan dengan berbagai cara seperti mengikuti berbagai pelatihan menulis atau writing course ditambah dengan keuletan untuk terus berlatih. Berkembangnya blog atau halaman pribadi yang memungkinkan penggunanya menulis apapun yang diinginkan mulai dari sekedar curahan hati, cerpen, berita, review sampai artikel juga jadi media berlatih dan unjuk kebolehan menulis. Kemajuan teknologi benar-benar telah mempermudah dan memperluas kesempatan untuk menjadi wartawan.

Photographer. Sekali lagi teknologi telah membuktikan pengaruhnya terhadap pilihan karir seseorang. Kamera, sebagai modal utama photographer semakin beragam dan canggih featurenya, belum lagi dengan keberadaan perangkat lunak yang bisa mengedit hasil foto sehingga menjadi lebih indah dan artistik. Perlengkapan penunjang sudah ada, tinggal meningkatkan skill melalui kelas fotografi untuk mempelajari teknik dan komposisi dan berlatih memotret sesering mungkin, jadilah seorang fotographer amatir. Kalaupun tidak bekerja untuk suatu perusahaan, fotographer bisa jadi freelancer yang menangani project dari klien yang berbeda-beda selain mungkin juga membuka usaha jasa wedding photo atau sejenisnya.

JobsDB Resources

Thursday, January 28, 2010

10 Hal yang harus dihindari saat meeting

Siapa yang tidak merasa jengkel saat si mulut besar melontarkan pembicaraan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan topik yang sedang dibahas? Siapa yang tidak merasa kasihan pada rekan yang menjadi target olok-olokan di kantor? Atau merasa aneh saat melihat kemampuan teman anda dalam hal mengungkapkan ssesuatu seperti mengagumi sesuatu hal yang sebenarnya tidak ada artinya?

Namun tak peduli bagaimana hal seperti itu menguasai pikiran anda,jangan pernah sekali pun menganggap bahwa rapat bukanlah sesuatu hal yang penting.Faktanya adalah rapat dapat membuat atau menghancurkan karir anda. Berikut adalah 10 hal yang perlu dihindari saat rapat:

1. Datang terlambat. Jangan mengatakan "saya tidak akan membuat kacau" seperti berjalan ke sebuah pertemuan yang sedang berlangsung. Tiba beberapa menit lebih awal tidak hanya menunjukkan anda sangat menghargai waktu, tetapi juga menjamin anda mendapat tempat duduk yang baik juga.

2. Tidak punya persiapan. Jika anda sebelumnya telah diberikan agenda atau bahan rapat, sebaiknya anda membacanya.Buatlah beberapa pertanyaan atau kontribusi apa yang bisa anda berikan sebagai bahan rapat untuk didiskusikan.

3. Memonopoli Pembicaraan. Saat rapat dimulai, alangkah baiknya jika memberikan kepada karyawan senior dahulu untuk memberikan pendapatnya. Saat mereka berbicara tentang sedikitlah, maka kembangkanlah hal tersebut menjadi sesuatu yang padat. Jangan hanya bergumam atau bahkan tidak bicara sama sekali jika anda memiliki sesuatu yang berguna untuk dibicarakan.

4. Membuat pernyataan seperti pertanyaan. Ungkapan pernyataan seperti pertanyaan akan mengundang orang lain untuk berkata tidak, berdebat, atau mengambil ide-ide anda. Tentunya hal ini akan sangat merugikan anda.

5. Salah membaca sinyal. Cobalah untuk mengukur kebutuhan atau suasana hati orang-orang yang ada dalam ruangan. Mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan mereka untuk mengetahui kemungkinan mereka akan menerima ide-ide anda.

6. Terintimidasi. Sayangnya beberapa rekan anda menganggap sebuah rapat adalah arena pertarungan lisan dan mereka sendiri berperan sebagai gladiator. Jika anda menjadi korban intimidasi, hadapilah dengan tenang. Jika anda memerlukan waktu untuk berpikir, lakukanlah dengan sebuah pertanyaan yang membuat penyerang anda bertanggung jawab. Sebagai contoh, "Andrew, sejak kapan anda mulai berpikir saya tidak peduli dengan hasil penjualan kami?"

7. Mengunyah permen karet. Hal ini sepenuhnya tidak sopan dan tidak profesional. tidak ada yang perlu kita jelaskan lagi.

8. Membiarkan handphone menyala. Anda menonaktifkannya saat di restoran atau di bioskop, maka non aktifkanlah saat sedang rapat. dering handphone sangat mengganggu seluruh peserta rapat. Dan jangan pernah menerima telepon saat rapat berlangsung.

9. Keluar dari topik. Jangan membuat agenda sendiri. Tetap fokus pada apa yang ingin dicapai. Jika anda harus keluar dari topik, bicarakan dahulu dengan yang lain sedini mungkin. Cara terbaik untuk menangani hal-hal yang tidak berkaitan dengan topik adalah dengan mencatat semuanya dan kembali ke topik pada saat yang tepat.

10. Melewatkannya. Anda mungkin mendapatkan lebih banyak yang dapat anda lakukan jika anda tidak ikut suatu rapat dan melakukan pekerjaan anda sebenarnya. Tetapi jika pertemuan itu dihadiri oleh seseorang yang memiliki jabatan dalam organisasi, anda akan kehilangan kesempatan untuk membuat diri anda dikenal. Ingat, rapat bukanlah tentang produktifitas tetapi juga tentang memproyeksikan citra positif dan membangun hubungan profesional.

Tuesday, January 26, 2010

Surga VS Neraka

Tahukah Anda perbedaan surga dan neraka? Konon, ruang makan di surga dan di neraka tidak ada bedanya. Menu makanannya persis sama. Jadi, apanya yang berbeda? Jawabnya: perilaku penghuninya.

Di neraka, saat jam makan tiba, segera para penghuninya saling berebutan masuk ruangan. Makanan disajikan di atas meja dan piring raksasa. Sendok dan garpu ukurannya juga raksasa.

Karena penghuni neraka adalah orang egois yang tidak rela melihat orang lain kenyang dan senang, maka yang terjadi kemudian adalah perang sendok dan garpu. Saat seseorang mulai menyendok makanan danberusaha memasukkannya ke mulut, segera sendoknya dipukul orang lain sehingga berantakan. Terjadilah kericuhan, tidak satu pun mau mengalah. Semua marah dan mengamuk.

Alhasil, ketika jam makan selesai, tak sesuap makanan pun yang masuk ke perut mereka. Semua makanan tumpah amburadul berserakan di lantai. Dengan perut yang tetap lapar, mereka keluar dari ruang makan dengan kesal, marah,dan emosi tinggi.

Bagaimana dengan suasana surga?

Saat lonceng jam makan berbunyi, dengan tertib penghuninya memasuki ruang makan dan mengambil tempat masing-masing. Begitu makanan disajikan, mereka mengawalinya dengan mengucap syukur dan berdoa. Karena sendok dan garpunya terlalu panjang, mereka saling menyuapkan makanan kepada saudaranya di seberang meja. Mereka saling melayani satu sama lain.

Saat jam makan selesai, tak secuil pun makanan tercecer. Semua kenyang, bahagia, dan saling berterimakasih.

* * * * *

Saling melayani. Itulah pesan cerita di atas. Inilah Etos 8. Sebagai makhluk sosial kita dituntut untuk mampu memperhatikan dan di mana perlu mendahulukan kebutuhan orang lain daripada mengedepankan ego pribadi. Jika ini terjadi, suasana akan lancar dan nikmat. Orang yang dilayani merasa puas, sehingga timbullah rasa senang yang menggerakkan budi untuk sebaliknya melayani.

Maka, marilah menjauhi sikap penghuni neraka. Kadang, kita merasa puas karena berhasil menggagalkan usaha orang lain. Namun kepuasan seperti ini adalah kepuasan orang yang sakit jiwa. Lebih daripada itu, dengan berbuat demikian sebenarnya kita juga sedang menghancurkan diri sendiri karena hal itu mengundang balas dendam. Alhasil, hidup kita terperangkap dalam sebuah dunia yang dipenuhi angkara murka untuk saling mencelakakan.

Etos ini mengimbau kita agar mempunyai hati dan jiwa pelayanan. Semaikanlah sikap luhur ini, karena dengan demikian niscaya kita lebih sukses, tentram dan bahagia.

Hikmah lain kisah di atas pasti bisa anda ambil sendiri.

Friday, January 22, 2010

Go to Next Level in Your Career

Apakah Anda sudah puas dengan karir Anda sekarang ini? Apakah Anda ingin mencapai peningkatan yang lebih tinggi baik didalam prestasi Anda maupun dalam gaji yang Anda ingin terima ? Bila jawaban Anda adalah YA, berpikir & bertindaklah dalam "Next Level Mindset". Berikut ini ada 10 tips bagaimana Anda berpikir & bertindak menuju NEXT LEVEL karir Anda.

1. Ciptakan "Peta Perjalanan" karir Anda

Renungkan kembali, kemana Anda sudah melangkah? Pikirkan dan tentukan kemana langkah Anda 10 tahun, 20 tahun atau 30 ke depan. Tuliskan apa yang Anda pikirkan disecarik kertas. Kemudian tulis ulang seluruh "puzzle" ( potongan informasi ) yang telah ditulis, ke dalam sebuah peta perjalanan hidup Anda. Buatlah serinci mungkin.

2. "Facelift" CV Anda

Tulis ulang resume atau CV Anda, percantik dengan berbagai prestasi yang telah Anda capai 12 bulan terakhir ini. Beri penekanan yang spesifik dan detil tentang apa saja yang telah Anda capai dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Bila perlu, hasil tulis ulang resume Anda, berikan copy-nya kepada sahabat atau kolega ( di luar perusahaan yang sudah pasti ). Minta mereka berikan komentar dan masukan untuk perbaikan.

3. Menabung keterampilan baru terus menerus

Jangan pernah berhenti belajar hal-hal baru. Selalu buat target, berapa banyak keterampilan baru yang Anda ingin tambah setiap tahunnya. Ingat, aset Anda dalam bekerja adalah "keterampilan yang Anda jual". Semakin tinggi kualitas Anda, semakin mahal harga Anda. Gunakan berbagai kesempatan dan berbagai cara untuk selalu belajar - belajar - belajar!

4. Tunjukan prestasi Anda

Bila Anda berharap mendapatkan promosi, secara teratur informasikan pencapaian prestasi Anda pada atasan / perusahaan. Jelaskan dengan data konkrit, berapa besar kontribusi Anda tahun ini dan sejauh mana dampak positifnya bagi perusahaan. SELALU GUNAKAN KUANTITATIF dalam menjelaskan prestasi Anda. Misalnya, saya sudah mampu mengurangi tingkat kesalahan produksi dari 3% per bulan menjadi 1% per bulan. Saya sudah mampu memproses setiap proposal dari deadline 3 hari menjadi 1 ½ hari per proposal. Orang akan lebih terkesan dengan prestasi Anda bila ditulis dalam bentuk angka.

5. Ambil berbagai kursus & koleksi sertifikat kompentensi Anda

Rajin-rajin ikuti berbagai seminar, lokakarya atau kursus yang akan memperkaya kompentensi Anda. Misalnya ikutlah seminar "Tehnik Bernegosiasi" atau "Tehnik Presentasi Efektif". Anda tidak hanya saja akan menambah koleksi keterampilan Anda, tetapi sekaligas akan mempercantik resume Anda dengan berbagai sertifikasi yang Anda raih. Jangan tunggu perusahaan yang membiayai Anda, investasikan sebagian uang Anda untuk masa depan dengan mengikuti berbagai kursus.

6. Banyak bertanya

Banyak bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman atau orang yang posisinya sudah jauh lebih tinggi dari Anda. Dengarkan "success story" mereka. Dapatkan berbagai nasihat dan tips yang berharga. Catat semua apa yang Anda dengar. Lalu mulai contoh langkah-langkah mereka .

7. Ciptakan "Keunikan" Anda

Pikirkan & tuliskan, keahlian dan keunikan apa yang Anda miliki, di mana orang-orang yang selevel Anda tidak miliki? Misalnya: saya pandai bernegosiasi, saya pandai memecahkan masalah, saya terampil dalam meyakinkan orang lain, saya mampu membangun team kerja yang kuat, saya memiliki cara berpikir konseptual yang tinggi.

Buatlah daftar bagi diri Anda . Bila Anda belum memiliki berbagai keunikan ini, maka pikirkanlah, keunikan apa yang Anda mau ciptakan dikemudian hari. Dan kapan harus tercapai? Keunikan apa yang ingin Anda bangun 1, 2 atau 3 tahun kedepan? Tujuh tips diatas akan menolong Anda "go-to-next level" dalam karir maupun kompensasi.

Friday, January 15, 2010

Mengenali dan Mengatasi Kebiasaan Karyawan Menunda-nunda Pekerjaan

Banyak kebiasaan buruk karyawan yang bisa menghambat kinerjanya dan performa tim. Lebih buruk lagi, terkadang karyawan tersebut tidak menyadari bahwa dia memiliki bad habit yang harus diperbaiki bahkan seringkali menunjukkan sikap defensif saat rekan kerjanya atau Anda sebagai atasannya menunjukkan hal ini. Salah satu 'penyakit menahun' yang sering menghampiri karyawan adalah adalah kebiasaan untuk menunda-nunda pekerjaan yang acapkali menjengkelkan rekan sesama tim dan tentu saja Anda sebagai atasannya.

Padahal jika dicermati lagi, karyawan tersebut memiliki latar belakang yang cukup mengesankan; berbakat, kreatif dan berpendidikan. Namun kebiasaan buruknya yang suka menunda-nunda pekerjaan justru membuat kelebihannya tak tampak, tertutup oleh kenyataan bahwa ia sering gagal menyelesaikan tugas sesuai tenggat. Bagaimana mengenali procastinator atau si tukang tunda ini? Ada beberapa gejala yang membantu Anda untuk segera mengenali dan mengatasinya.

Karyawan ini selalu menyebutkan bahwa ia sibuk, sedang mengerjakan suatu proyek namun tidak bisa menyampaikan progress pekerjaannya kepada Anda.
Ketika mendekati tenggat karyawan tersebut terlihat terburu-buru menyelesaikan pekerjaannya.

Hasil pekerjaan yang tidak maksimal walaupun Anda tahu bahwa karyawan tersebut memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih dari cukup untuk menyelesaikan tugas ini.
Saat dikonfrontir soal pekerjaannya karyawan tersebut akan memberikan berbagai alasan seperti membutuhkan waktu untuk riset, waktu yang tidak cukup, pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidangnya.

Jika karyawan Anda menunjukkan semua gejala tersebut, ditambah dengan keluhan dari rekan kerjanya dan ada bukti bahwa kebiasaannya mulai mengganggu kinerja tim, maka sudah saatnya Anda melakukan hal-hal berikut ini :

Adakan pertemuan khusus bersama karyawan tersebut. Lalu tanyakan apakah dia memperhatikan ada pola kerja tertentu yang dilakukannya yang sudah mengganggu ritme kerja rekan kerja dan produktifitas tim. Seringkali mereka tidak menyadari bahwa sikap mereka salah dan mempengaruhi performa anggota tim lainnya. Lalu amati respon yang ia berikan. Jika karyawan tersebut cenderung untuk menyalahkan orang lain atau perusahaan maka bantulah untuk 'meluruskan' pandangannya agar kembali fokus bahwa yang memegang kontrol atas pekerjaannya adalah dirinya sendiri. Jika karyawan tersebut terlihat meremehkan persoalan bahkan menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa maka tegaskan lagi tentang goal tim dan bagaimana kebiasaan buruknya bisa mempengaruhi produktifitas perusahaan. Tunjukkan bukti akibat dari kebiasaan buruknya seperti performa tim yang menurun, kinerja tim yang terganggu karena kebiasaannya atau secara ekstrim, Anda juga bisa menunjukkan dengan angka akibat dari kebiasaannya seperti kegagalan mencapai target.
Tawarkan bantuan untuk mengatasi masalah ini. Banyak hal yang bisa menyebabkan kebiasaan menunda-nunda dan salah satunya adalah kecenderungan untuk jadi seorang perfeksionis, perasaan rendah diri bahwa dia tidak mampu mengerjakan tugas tersebut atau ketidakmampuan untuk mengelola waktu dengan efisien. Diskusikan hal yang bisa ia lakukan untuk mengatasi hal ini seperti bersama-sama membuat list to do setiap hari, membuat daftar prioritas, mengajukan diri untuk jadi mentor dalam hal manajemen waktu bahkan Anda bisa menyarankan beberapa konsultan yang bisa membantu mengatasi masalah dari perfeksionismenya.
Jadwalkan pertemuan lanjutan setiap minggu untuk menindaklanjuti dan memonitor perkembangan karyawan tersebut. Keep them under your eyes sampai Anda benar-benar yakin bahwa ada perbaikan dari kebiasaan buruknya tersebut.

Jika karyawan tersebut menyebutkan ada masalah lain sebagai penyebab kebiasaan procrastination seperti depresi, masalah rumah tangga atau masalah keluarga segera sarankan untuk mengambil cuti.
Remember!
Waktu adalah salah satu modal utama kesukesan team Anda. So, manage-lah waktu Anda dan team Anda dengan baik.

Wednesday, January 13, 2010

Senior (Tidak) Selalu Benar

Selalu disuruh-suruh dan dilimpahkan begitu banyak pekerjaan oleh karyawan senior. Tidak ada yang mau bertukar jadwal padahal dalam kondisi urgent. Selalu dianggap salah padahal sudah melakukan sesuai prosedur pekerjaan.

Mungkin seperti itulah yang kerap dirasakan karyawan baru di tiap perusahaan. Merasa dianggap salah, mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya, dan seperti tidak ada teman. Apakah “Si Senior” ini memang benar tindakannya atau hanya minta dianggap benar? Belum tentu juga senior selalu melakukan tugasnya dengan sempurna. Ada 3 jenis orang yang melakukan kesalahan:
1. orang yang sudah biasa melakukan kesalahan sehingga dianggap wajar dan biasa oleh orang lain. Bila ia salah, mereka yang dirugikanlah yang diminta untuk berdiam diri dan tak perlu melawan apalagi menasehati.
2. lantaran dianggap berilmu dan memiliki kemuliaan. Siapa pun yang melihat kesalahan orang ini harus menutup mulut dan memandang scara wajar. Karena menegur adalah salah satu penghinaan baginya.
3. jabatan dan pangkat kerap mempengaruhi nilai-nilai kebenaran. Bawahan merasa sungkan menegur atasannya, “dari pada saya dipecat” alasannya.

Haruskah dipertahankan kekeliruan seperti ini? Atau justru kita menjadi bagian yang terus menerus membudayakan tradisi ini? Tidak! Sudah waktunya mengungkap kebenaran itu menjadi tradisi, bukan sebaliknya. Sudah saatnya orang yang benar itu lebih berani dari mereka yang melakukan kesalahan. Dan bukan waktunya lagi kita malu menegur orang yang keliru, karena semestinya mereka lah yang malu karena sering berbuat salah. Semoga dengan menerapkan tradisi seperti ini tidak ada lagi para karyawan baru yang merasa under estimate, dan juga karyawan senior bisa membimbing dan mengajarkan juniornya.

Tuesday, January 12, 2010

Perkuat Posisi dimasa Sulit

Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.

Tingkatkan Eksistensi
Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.

Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan
Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.

Kembangkan Sikap Positif
Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.

Jadi Pemain Tim
Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.

Buat Diri Anda Tak Tergantikan
Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.