Monday, January 11, 2010
JobsDB.com Career Expo 2010 tinggal 3 hari lagi
Tanggal 15 - 17 Januari 2010, event yang merupakan bagian dari JobsDB.com international series ini akan diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.
Acara yang diikuti oleh 70 an perusahaan akan memberikan Anda akses ke informasi lowongan kerja yang lebih besar.
Beberapa perusahaan yang turut berpartisipasi dan membuka lowongan kerja adalah Bank Bukopin, Berca Schindler Lifts, BNI Life, CIMB Niaga, Coca Cola, Experd, Design Stream, Femina Group, Hewlett Packard, First Media, Smart Tbk, Pertamina, Sinarmas Pulp & Paper, Trans TV dan masih banyak lagi.
Jangan sampai ketinggalan. Undangan/ tiket masih bisa Anda dapatkan di Gramedia terdekat.
Pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki hp dan doorprize menarik lainnya. *syarat dan ketentuan berlaku.
Sampai berjumpa di Sabuga Bandung!
Does Spirituality Belong in the Workplace?
Jobs Vacancy, Employment, Employment Jobs
Did you know that spirituality and spirituality in the workplace have become popular buzzwords these days? As a movement, spirituality in the workplace does not focus on God or theology.
Instead, it looks to the morality and ethics that are common to most of the world’s religions. Creating sacred space in your cubicle or office. Social responsibility. Environmental awareness. Tutoring students. Yoga in addition to aerobics. Meditating at work (along with an even more recent acceptance of napping at work).
One Dallas-based store tells its workers that they have a moral obligation to provide help to their customers, not just to sell to them. A large business in Atlanta now uses only recycled materials in its work and draws its energy only from renewable sources. A symposium on business and spirituality is helped each spring at Babson College in Boston. Websites listed in the links below are new examples and results of this movement.
Is this religion? New age stuff? Quasi-religion? A substitute for faith? An expanded consciousness? A movement toward accepting a diversity of religious beliefs, faiths, and practices and valuing their contributions in the workplace?
Or, is this a maneuver on the part of businesses to get their workers even more dedicated to the workplace, more willing to work even longer hours, and more willing to give up time that might otherwise be spent in recreation, with family, in community or charitable work, or in religious practice?
If a company is based on noble principles, will it feel more self-righteous when layoffs come? Is the workplace where people should be looking for spiritual fulfillment? Can business deliver? Or should it avoid trying to meet spiritual needs and simply allow individual spiritual expression (as long as it does not interfere with the rights or needs or another)?
Saturday, January 9, 2010
Wednesday, January 6, 2010
Adaptasi di Tempat Kerja Baru
Di minggu pertama bekerja, Anda akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan diharapkan untuk mengatasinya dengan cepat. Tantangan yang Anda hadapi bisa saja standar operasional yang jauh berbeda, software yang membuat Anda harus belajar dari nol untuk memahaminya, rekan kerja yang kelihatannya tidak ramah, atasan yang tidak komunikatif dan berbagai sistem lain yang tidak Anda pahami.
Bisa jadi semangat yang tadinya menggebu-gebu ingin mencoba pekerjaan baru menciut menghadapi tantangan yang tampaknya terlalu banyak. Anda merasa tidak memiliki cukup waktu dan energi untuk mengatasi tantangan yang baru dan berat ini. Sebelum Anda menyesali keputusan Anda untuk pindah kerja dan kehilangan semangat untuk melanjutkan tanggung jawab baru Anda, berikut ada beberapa tips yang bisa membantu Anda beradaptasi di tempat kerja yang baru :
1. Jangan malu bertanya. Umumnya karyawan baru akan diberikan orientasi oleh HRD atau oleh atasan langsung Anda. Tanyakan langsung bila ada sesuatu yang kurang jelas dalam pekerjaan dan tanggung jawab Anda, apalagi jika Anda harus report ke beberapa orang yang berbeda. Dalam pelaksanaannya, saat Anda sudah mulai bekerja, jangan segan untuk bertanya pada atasan atau rekan kerja tentang kebiasaan atau policy yang berlaku di kantor baru. Biarkan karyawan lain tahu bahwa Anda karyawan baru sehingga mereka merasa bertanggung jawab membantu Anda. Namun ingatlah bahwa di kantor yang suasananya seringkali sibuk, terlalu sering mengajukan pertanyaan akan mengganggu pekerjaan mereka. Bijaksanalah menilai kapan mereka bisa ditanya dan leluasa untuk membantu.
2. Catat semua instruksi. Saran ini mungkin terdengar sepele, namun untuk mencegah Anda menanyakan instruksi yang sama berkali-kali, catatlah semua pada saat pertama kali diinformasikan. Biasakan membawa notepad kecil dan alat tulis kemana pun Anda pergi.
3. Ramah kepada semua orang dan bersosialisasi. Mungkin inilah salah satu hal terpenting yang memudahkan masa adaptasi Anda di tempat kerja baru. Walaupun Anda tidak berhubungan langsung dengan orang tersebut, biasakan tersenyum dan mengucapkan salam atau menyapa dengan ramah. Ciptakan reputasi bahwa Anda adalah karyawan yang approachable dan bisa diajak bekerja sama. Jika Anda tidak diperkenalkan kepada rekan kerja, jangan segan memperkenalkan diri Anda dan posisi Anda. Ingatlah nama mereka dengan jelas dan tanyakan posisi dan pekerjaan mereka jika waktu memungkinkan.
4. Ciptakan ruang personal khusus. Kemungkinan besar Anda akan ditempatkan di kubikel atau meja. Apapun bentuk work station Anda, berikan sentuhan personal seperti menambahkan foto atau pernak-pernak yang menunjukkan kepribadian Anda sehingga Anda lebih nyaman untuk bekerja. Namun ingatlah untuk tidak overboard atau berlebihan dalam menghias meja Anda.
5. Perhatikan dan dengarkan. Tata tertib atau manual pegawai yang diberikan kepada Anda biasanya tidak sama dengan praktek di lapangan. Perhatikan dengan seksama kebiasaan tak tertulis yang berlaku di kantor baru Anda seperti kebiasaan untuk menggunakan kertas bekas untuk fotokopi, atau membawa sendiri mug ke pantry setiap waktu kerja berakhir.
6. Datang lebih cepat dan pulang lebih lama. Anda tidak harus melakukan ini untuk selamanya, namun extra time memberikan Anda kesempatan untuk lebih mengenal ruangan kantor, mempelajari software baru yang akan Anda gunakan, menata meja Anda, berbincang dengan rekan kerja dalam suasana yang lebih santai, dan memahami kebiasaan tak tertulis yang berlaku di lingkungan kerja baru.
7. Stay positive. Jangan cepat berburuk sangka jika rekan kerja tidak terlihat ramah saat Anda bertanya, atau atasan yang tidak memberikan briefing yang jelas tentang tugas tertentu. Pasti ada penjelasan terhadap hal tersebut. Bersikaplah positif dengan mengingat hal-hal baik dari pekerjaan Anda seperti kesempatan untuk belajar hal baru, memperluas network Anda atau penghasilan yang lebih. Percayalah bahwa pikiran positif membantu proses transisi Anda dengan membuat Anda semangat menghadapi tantangan di tempat baru.
Remember! :
Individu yang berhasil bukanlah yang terkuat melainkan yang paling mampu menyesuaikan diri .
SUMBER
Tips Sukses Di Hari Pertama Bekerja
Apapun reaksi Anda menghadapi hari pertama bekerja, Anda pasti tahu bahwa perusahaan tersebut memiliki pengharapan besar terhadap Anda. Mereka mengharapkan Anda memiliki kualifikasi sesuai dengan CV yang dikirimkan, dan sesuai dengan penilaian dari wawancara. Berikut adalah tips yang bisa membantu Anda melewati hari pertama di tempat kerja dengan sukses dan bisa memberikan kesan baik bagi perusahaan tempat Anda bekerja.
1. Jangan terlambat.
Apapun alasannya jangan sampai Anda datang terlambat karena hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan Anda bekerja. Terlambat di hari pertama bekerja adalah ´aib´ yang akan Anda terus bawa selama Anda bekerja di perusahaan tersebut. Tinggal di kota yang rawan macet seperti Jakarta tidak bisa dijadikan alasan karena kemacetan bisa diantisipasi dengan berangkat lebih awal, atau mencari alternatif transportasi lain.
2. Kenakan busana kerja formal.
Apapun nature of business perusahaan tempat Anda bekerja, tetaplah kenakan busana kerja formal. Seiring waktu Anda bekerja di perusahaan tersebut dan Anda sudah bisa mengenali budaya perusahaan tempat Anda bekerja, barulah Anda bisa mengikuti cara mereka berpakaian. Misalnya, orang yang bekerja di bidang kreatif seperti advertising agency umumnya lebih ekspresif dalam menerapkan aturan gaya berpakaian.
3. Bersosialisasi.
Umumnya atasan Anda akan memperkenalkan Anda kepada rekan kerja Anda, namun jika tidak, perkenalkan diri Anda kepada mereka, dan jangan ragu untuk bertanya. Mereka mempunyai kewajiban untuk membantu rekan kerja.
4. Ikuti aturan main.
Mungkin ada beberapa hal dalam pekerjaan Anda berbeda dengan hal yang Anda pelajari di kampus, namun ingatlah Anda tidak memiliki kapasitas untuk merubah SOP atau hal lainnya sesuai dengan keinginan Anda. Beberapa bulan pertama adalah bukan waktu yang tepat untuk merubah apapun, kecuali jika Anda memang diminta untuk melakukannya.
5. Tetap jadi diri Anda sendiri.
Untuk beberapa hari pertama, jadilah spons. Serap segala pengetahuan baru, ketahui budaya perusahaan, perlahan-lahan Anda akan tahu apa yang diharapkan dari Anda. Jujur dengan kemampuan Anda. Jangan menyanggupi jika Anda dihadapkan pada sebuah task yang tidak Anda pahami. Kenali lingkungan Anda tanpa merubah kepribadian Anda.
6. Selalu siap menghadapi meeting.
Dihari pertama Anda mungkin akan bertemu dengan banyak pihak, siapkan selalu notepad dan alat tulis.
7. Don’t complain.
Mungkin ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan Anda. Entah soal load pekerjaan yang tiba-tiba membludak atau hal sepele seperti suara AC yang berderu terlalu kencang. Apapun sebabnya, jangan gampang mengeluhkan sesuatu, bisa-bisa Anda dianggap sebagai whinger alias tukang keluh.
8. Be a team player.
Jika Anda mencantumkan kualifikasi ini dalam surat lamaran Anda, maka konsistenlah. Jika rekan kerja Anda pulang lebih lama dari, hang back dan tunggulah mereka. Jangan jadi orang pertama dalam tim Anda yang pulang. Ini juga kesempatan untuk mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengetahui budaya perusahaan.
Remember! :
Kesan pertama selalu membentuk persepsi orang lain terhadap Anda. So berilah kesan yang terbaik kepada mereka.
SUMBER
Tuesday, January 5, 2010
Visi = Perubahan
Tuesday, December 29, 2009
just another way
In generally, every students have their own big idealism when they were in college, but for the real life it was really unsuitable and force them to survive in their knowledge that found unexpressly at their environment which far away from their major. But, those were not what i want to tell here, the most important things is the others major of it.
A business, this word is familiar for you. Undirectly, every level of citizens join in the business world. There was a seller and also customer, that was definition of business in a little space. In a large definition, a business really has many of definitions.
A worker also have a business although it was just for their part time. There was a business of cosmetics, equipments until business for foods. It was good for trade if it’s allowed and didn’t got inflict for people. Nowadays businesses is online business or we can called it as online shopping. The seller market their products with tagged the picture or catalog in their web or blog, and the customer choosing by browsing. All of transactions done with online including the payments. Need high for trust and believe between the seller and customer.
Tuesday, December 22, 2009
cyber world
that's my first experience in cyber. and now i'm a cyberholic. i can sit and open internet in a whole day only for read my friend's post in mailing list, open my social account (facebook, twitter, tagged, multiply), i also have online shop (my favorite new bussiness). i never regret come to cyber world.
otherwise, cyber crime is popular now, such as deception in online shop. between seller and buyer needs a high integrity and can be trusted each other. always make sure before doing some transaction.
Sunday, December 20, 2009
Ketika Jalan Tak Lagi Searah
Secara garis besar idealis seorang mahasiswa sangat besar ketika masih menuntut ilmu dibangku kuliah, tetapi kenyataan justru bertolakbelakang dan mengharuskan mereka untuk tetap bertahan hidup dengan ilmu-ilmu yang secara tidak sengaja ditemui di lingkungan pekerjaan yang jauh sekali dari jurusan kuliah dulu. tapi bukan hal ini yang saya ingin bahas sekarang, justru bidang lain itulah yang akan kita bicarakan.
Bisnis, kata ini tentu sudah tidak asing lagi ditelinga anda. Semua golongan masyarakat secara tidak langsung berkutat di dalam dunia bisnis. Ada penjual dan ada juga pembeli, itu bisnis dalam arti sempit. Dalam arti luas tentu memiliki begitu banyak definisi.
orang yang bekerja sekarang juga menjalankan bisnis walau pun hanya sebagai sampingan saja. mulai dari bisnis kosmetik, perabot, sampai bisnis makanan juga. Saya pikir memang tidak salah berjualan, selama itu halal dan tidak merugikan orang lain. saat ini lebih marak lagi dengan bisnis online atau biasa disebut dengan online shopping. Si penjual memasarkan produk dengan memajang foto atau katalog di web atau blog mereka, dan si pembeli pun memilih-milih barang secara maya. Seluruh transakasi penjualan dan pembelian dilakukan secara online termasuk pembayaran. Dibutuhkan tingkat kepercayaan dan kejujuran yg tinggi diantara penjual dengan pembeli.
Monday, November 30, 2009
Peruntungan dari Bisnis Oriflame
mencoba peruntungan di dunia bisnis rumahan, Oriflame, sudah tidak asing dengan nama itu bukan?khususnya para wanita. mengulang kembali bisnis yang pernah ku tinggali dulu dan memulainya kembali dari nol. dengan harapan kali ini usahaku tidak sia-sia. bergabung dengan oriflame melalui bisnis online grup bernama dBC Network untuk lebih memudahkan promosi online. dan juga lebih mudah untuk melakukan pendaftaran jika ada yang tertarik bergabung tentunya. dengan bermodal 39.900 aku dibantu pembayarannya oleh uplineku (karena aku blm gajian :D ).
aku selalu berdoa semoga dengan berbisnis oriflame melalui dBC Network aku bisa nabung buat nikah :)
